Berani Karena Allah
Perjalanan dilanjutkan dari Labuha menuju Pulau Mandioli Utara selama kurang lebih 1 jam.
Bukan lagi naik kapal besar,
kali ini menggunakan perahu motor kecil.
Lebarnya hanya sekitar satu meter.
Penumpangnya sekitar 10–15 orang.
Ada sebenarnya motor penumpang yang lebih besar dengan kapasitas penumpang lebih banyak sampai 30 an orang, tapi saat itu Zuba kebagian perahu tinggal yang kecil, saking banyaknya penumpang mau mudik Lebaran ke kampung Indong, Mandioli Utara.
Laut terbuka di kiri dan kanan.
Tidak ada dinding kapal, tidak ada ruang kabin.
Hanya perahu kecil yang terus melaju di atas air.
Di tengah perjalanan, Zuba memandang laut yang luas, lalu bertanya,
“Ustadz Mohammad… kenapa kita tetap berani naik perahu sekecil ini?”
Ustadz Mohammad tersenyum tenang, lalu menjawab,
“Karena keberanian seorang mukmin bukan pada besarnya kendaraan…
tapi pada besarnya tawakkal kepada Allah.”
Angin laut terasa lebih dekat.
Suara mesin perahu terdengar jelas, berpadu dengan bunyi air yang terbelah.
Dulu, sekitar sembilan tahun yang lalu, rasa takut itu begitu besar.
Setiap gelombang terasa mengkhawatirkan.
Sekarang… rasa itu masih ada.
Namun tidak lagi sama.
Lebih tenang.
Lebih bisa diam.
Lebih bisa percaya.
Karena perlahan hati belajar satu hal:
yang menjaga bukan perahu ini.
Bukan juga mesin kecil yang menggerakkannya.
Tapi Allah.
Allah berfirman dalam Qur'an:
“Barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkannya.”
(QS. At-Thalaq: 3)
Zuba kembali melihat ke laut.
Kali ini lebih lama.
Seolah sedang memahami…
bahwa keberanian bukan karena tidak takut.
Tetapi karena tahu,
kepada siapa kita bersandar.
Perjalanan satu jam itu terasa cukup untuk mengajarkan sesuatu yang tidak selalu bisa diajarkan di kelas.
Bahwa hidup ini seperti perahu kecil di laut luas.
Dan manusia…
tidak pernah benar-benar kuat tanpa Allah.
π Pelajaran Hari Ini di Sekolah Anak Ajaib:
"Berani bukan berarti tidak takut, tapi tetap melangkah karena percaya Allah menjaga."
Abu SaRach
Bagi Bunda Yahnda dan Sahabat Zuba yang belum menyimak 2 seri sebelumnya di sini, yaππ»!

Komentar
Posting Komentar