🌿 Kelas Safar Bacan Island #1

 Belajar Sabar di Bandara

Pagi itu suasana di Juanda International Airport terasa berbeda.

Arus mudik membuat bandara lebih padat dari biasanya.

Antrian panjang terlihat di berbagai sudut, termasuk di bagian boarding pass.

Pesawat dijadwalkan berangkat pukul 06.00 WIB.

Namun hingga pukul 05.45 WIB, proses antrian masih panjang—bahkan tersisa beberapa baris lagi yang belum selesai.

Di tengah suasana itu, Zuba memperhatikan keadaan sekitar, lalu bertanya,

“🐝Ustadz Mohammad… nanti pesawatnya tetap berangkat tepat waktu, ya?”

Ustadz Mohammad tersenyum,

“Kita ikuti takdir.”

Langit di luar masih gelap. Waktu terus berjalan, sementara manusia hanya bisa menunggu.

Akhirnya, pesawat take off mundur sekitar 20 menit dari jadwal semula.

Tidak lama, semua penumpang pun duduk tenang di kursinya masing-masing.

Pesawat mulai bergerak perlahan… lalu terbang meninggalkan daratan.


           ✈️ Dari Balik Jendela Pesawat

Di ketinggian, Zuba menatap keluar jendela.

Rumah-rumah yang tadi tampak besar kini menjadi kecil.

Jalan-jalan yang ramai berubah seperti garis tipis.

Gunung, laut, dan kota terlihat seperti lukisan yang terbentang luas.

Zuba berbisik pelan,

“Ustadz Mohammad… dari atas semuanya terlihat kecil ya…”

Ustadz Mohammad menjawab lembut,

“Agar kita rendah hati.”

Di situlah hati kembali diingatkan.

Betapa sering manusia merasa besar di bumi,

padahal dari ketinggian… semuanya tampak begitu kecil.

Allah mengingatkan dalam Qur'an:

“Tidaklah kamu diberi ilmu melainkan sedikit.”

(QS. Al-Isra: 85)

Perjalanan ini tidak hanya memindahkan tubuh,

tetapi juga mengubah cara pandang hati.

Bahwa hidup ini tidak sebesar yang kita kira.

Dan kita… tidak sebesar yang kita rasa.

Pesawat terus melaju.

Perjalanan tetap berjalan, meski sempat tertunda.

Di momen seperti ini, hati kembali mengingat firman Allah:

“Dan tidaklah kamu menghendaki sesuatu kecuali jika Allah menghendakinya.”

(QS. At-Takwir: 29)

Zuba terdiam lebih lama kali ini.

Mungkin mulai memahami…

bahwa keterlambatan tadi bukan sekadar mundurnya jadwal.

Tapi bagian dari pelajaran.

Bahwa sabar bukan hanya saat menunggu lama,

tapi saat menerima bahwa rencana kita tidak selalu terjadi.


🎓Pelajaran Hari Ini di Sekolah Anak Ajaib:

Sabar adalah tetap tenang, dan rendah hati ketika Allah menunjukkan bahwa kita tidak menguasai segalanya.


Abu SaRach


Lanjut ke ===>

Komentar