AL-MUFIDAH CREATIVE LAB #1
Berangkat dari “Iqra”, Al-Mufidah Creative Lab Ajak Generasi Muda Belajar dan Berkarya di Era AI
Bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 1448 H, pelatihan perdana Al-Mufidah Creative Lab mengajak peserta memanfaatkan ChatGPT untuk membuat konten digital yang bermanfaat.
SURABAYA — Semangat belajar menjadi pesan utama dalam pembukaan Al-Mufidah Creative Lab #1 yang digelar di Masjid Al-Mufidah, Selasa (25/8/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 1448 H tersebut menghadirkan pembelajaran praktis mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk membuat konten digital.
Acara dibuka langsung oleh Mohammad Muhajir, Wakil Bidang Dakwah Takmir Al-Mufidah. Dalam sambutannya, ia mengaitkan semangat belajar teknologi dengan wahyu pertama yang diterima Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, yakni perintah membaca dalam QS. Al-'Alaq.
“Perintah pertama yang Allah turunkan adalah Iqra'. Ini menjadi pengingat bahwa seorang muslim harus terus belajar, termasuk mempelajari perkembangan teknologi dan menggunakannya untuk kebaikan.”
Pesan tersebut dikuatkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an QS. Al-'Alaq ayat 1–5 oleh Putri salah seorang peserta kelas 1 SMP, yang juga santri TPQ Al-Mufidah. Lima ayat tersebut menjadi pembuka yang relevan dengan tema kegiatan: belajar, mengenal ilmu, dan memanfaatkan sarana untuk menghasilkan karya.
Pembina Takmir Al-Mufidah, Ust. H. Tohari, dalam sambutannya berharap pelatihan ini memberikan manfaat bagi para peserta sekaligus menghadirkan timbal balik positif bagi masjid.
Ia mengingatkan pentingnya membangun semangat yang jauh dari al-'ajz (ketidakberdayaan) dan al-kasal (kemalasan), sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
Setelah pembukaan, materi langsung disampaikan oleh Febri Nasuka. Pada batch perdana ini peserta difokuskan mengenal dan mempraktikkan ChatGPT, khususnya untuk membuat poster kajian.
Pelatihan berlangsung secara praktik. Pemateri tidak hanya memberikan penjelasan dari depan, tetapi juga mendatangi peserta satu per satu untuk memastikan mereka dapat mengikuti langkah-langkah yang diberikan dan tidak mengalami kesulitan.
Untuk memperluas akses, panitia juga menyediakan fasilitas mengikuti kegiatan secara daring melalui Google Meet. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya terbatas bagi peserta yang hadir langsung di masjid.
Al-Mufidah Creative Lab #1 menjadi langkah awal untuk membangun budaya belajar dan berkarya di lingkungan masjid. Teknologi tidak ditempatkan sekadar sebagai alat mengikuti tren, tetapi sebagai sarana yang dapat diarahkan untuk dakwah, edukasi, usaha, dan kemanfaatan sosial.
Semoga bisa terus berlangsung hingga peserta didik benar-benar paham dan bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan serta bisa mendapatkan manfaat meningkatkan ekonomi.
BalasHapusAamiin Yaa Mujiibas Saailiin 🤲🏻
Hapus