KISAH PESERTA

Bukan Sekadar Belajar AI: Tiga Peserta Tunanetra dan Peserta Luar Kota Ikut Menyemarakkan Creator Lab Al-Mufidah

Pelatihan perdana Al-Mufidah Creative Lab membuka ruang belajar yang lebih luas, termasuk bagi peserta tunanetra dan peserta yang mengikuti kegiatan dari luar kota secara daring.

Selasa, 25 Agustus 2026 · Masjid Al-Mufidah

Peserta mengikuti Al-Mufidah Creative Lab
Semangat belajar peserta menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Al-Mufidah Creative Lab #1.

SURABAYA — Belajar teknologi digital ternyata tidak mengenal batas ruang maupun kondisi. Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Al-Mufidah Creative Lab #1 di Masjid Al-Mufidah, Selasa (25/8/2026).

Dari peserta yang mengikuti batch perdana ini, terdapat tiga peserta tunanetra. Kehadiran mereka menjadi salah satu sisi istimewa dalam kegiatan yang mengusung semangat belajar, berkarya, bertumbuh, dan berdampak tersebut.

Selain peserta yang hadir langsung di masjid, panitia juga memfasilitasi peserta dari luar kota melalui Google Meet. Sedikitnya terdapat tiga peserta dari luar kota yang tetap dapat mengikuti proses pembelajaran meskipun tidak hadir secara fisik di Masjid Al-Mufidah.

Pola pembelajaran dibuat sedekat mungkin dengan kebutuhan peserta. Pemateri, Febri Nasuka, tidak hanya menyampaikan materi dari depan, tetapi juga berkeliling mendatangi peserta untuk memastikan setiap peserta dapat mengikuti praktik dan tidak tertinggal.

Pada batch #1 yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 1448 H, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan ChatGPT untuk membuat poster kajian. Materi dirancang praktis agar peserta tidak berhenti pada teori, tetapi langsung menghasilkan karya.

Belajar teknologi bukan tentang siapa yang paling cepat atau paling mahir, tetapi tentang kemauan untuk terus belajar dan menggunakan ilmu untuk memberi manfaat.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan pembukaan yang disampaikan Mohammad Muhajir, Wakil Bidang Dakwah Takmir Al-Mufidah. Ia mengaitkan kegiatan dengan QS. Al-'Alaq ayat 1–5, yang diawali perintah Iqra'—membaca dan belajar.

Sementara itu, Pembina Takmir Al-Mufidah, Ust. H. Tohari, berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat memberikan manfaat sekaligus menghadirkan kontribusi kembali bagi masjid. Ia mengingatkan pentingnya menjauhkan diri dari al-'ajz dan al-kasal, sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Kehadiran peserta tunanetra dan peserta luar kota menunjukkan bahwa Al-Mufidah Creative Lab tidak hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga tentang membuka kesempatan belajar seluas-luasnya.

Dari masjid, pembelajaran digital diharapkan terus berkembang menjadi karya-karya yang dapat memberi manfaat untuk dakwah, keluarga, usaha, pekerjaan, dan masyarakat.

Al-Mufidah Creative Lab #1
Muda · Bergerak · Bertumbuh · Berjamaah

Komentar