KEGIATAN KEPRAMUKAAN · SD AL IRSYAD SURABAYA

Ketika Semangat Ibadah
Bertemu dengan Ilmu

Catatan Pendidikan dari Persami Penggalang Putra

P ersami bukan hanya tentang tenda, permainan, tali-temali, atau tantangan untuk menjadi Penggalang yang tangguh. Di SD Al Irsyad Surabaya, kegiatan kepramukaan juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kebiasaan ibadah sekaligus mengenalkan ilmu yang membimbing anak dalam menjalankannya.

Di tengah rangkaian Persami Penggalang Putra, anak-anak tetap diajak menjaga ibadah. Malam hari tidak hanya diisi dengan aktivitas kepramukaan, tetapi juga dengan shalat Tahajud dan Witir. Ketika waktu Subuh tiba, para peserta kembali dibimbing untuk melaksanakan Qobliyah Subuh sebelum shalat Subuh berjamaah.

Pesan yang ingin ditanamkan sederhana: kegiatan Pramuka boleh menghadirkan banyak kesibukan dan pengalaman baru, tetapi hubungan seorang anak dengan Allah tetap harus dijaga.

PEMBIASAAN DI TENGAH PENGALAMAN
“Kesibukan dalam kegiatan bukan alasan untuk meninggalkan ibadah.”

Namun, ada dua momen kecil sebagaimana kemarin sore setelah shalat Ashar dan pagi tadi setelah Subuh yang kemudian justru menjadi kesempatan belajar yang sangat berharga.

Beberapa anak peserta terlihat kembali berdiri setelah shalat Subuh. Semangatnya terlihat jelas: ia ingin menambah amalan dan mendapatkan pahala. Bahkan, ketika kemudian mendapatkan penjelasan dari pembina, ia menyampaikan harapan agar identitasnya tidak disebutkan.

Momen tersebut tidak dipandang sebagai sesuatu yang perlu dipermalukan. Justru sebaliknya, semangat untuk beribadah itu perlu dijaga, sementara pemahamannya perlu dilengkapi dengan ilmu.

SEBUAH MOMEN MENJADI PEMBELAJARAN

Pembina kemudian memberikan penjelasan bahwa tidak ada shalat sunnah Ba'diyah Subuh. Penjelasan disampaikan dengan cara yang mendidik agar anak memahami bahwa semangat memperbanyak ibadah harus berjalan bersama pemahaman terhadap tuntunan syariat.

Menariknya, pengetahuan tersebut kemudian tidak berhenti pada peserta yang mengalami momen itu. Saat upacara penutupan dan pembagian hadiah, para pembina kembali menyampaikan edukasi kepada seluruh peserta.

Anak-anak juga mendapatkan penjelasan mengenai adanya waktu-waktu tertentu yang perlu dipahami dalam pelaksanaan shalat sunnah. Bahkan, pada kesempatan lain selama kegiatan, sempat ditemukan pula peserta yang melaksanakan shalat sunnah setelah Ashar. Momen tersebut kembali menjadi kesempatan bagi pembina untuk meluruskan pemahaman mereka.

BELAJAR LEBIH AWAL DARI SEBUAH PENGALAMAN

Yang menarik, materi tentang shalat sunnah dan waktu-waktu pelaksanaannya tersebut memang merupakan bagian dari pembelajaran yang secara kurikuler akan dipelajari pada tahap berikutnya. Para peserta kelas 5 dan kelas 6 awal belum sampai pada materi tersebut secara formal.

Maka, pengalaman di Persami menjadi pintu masuk pembelajaran yang sangat alami. Anak-anak mendapatkan pengetahuan bukan karena sedang duduk di kelas mengikuti jadwal pelajaran, tetapi karena mereka menemukan sebuah situasi nyata yang kemudian dijelaskan oleh pembina.

Di sinilah kegiatan kepramukaan bertemu dengan pendidikan agama. Anak-anak belajar bahwa keinginan berbuat baik perlu diarahkan dengan ilmu. Semangat beribadah adalah sesuatu yang baik, tetapi seorang muslim juga perlu mengetahui bagaimana ibadah tersebut dilaksanakan sesuai tuntunan.

“Semangat beribadah perlu berjalan bersama dengan ilmu.”
CATATAN PEMBELAJARAN DARI PERSAMI

Persami akhirnya tidak hanya meninggalkan cerita tentang pengalaman bermalam, mendirikan tenda, menyelesaikan tantangan, atau membangun kekompakan regu. Ada pelajaran lain yang mungkin justru akan terus diingat oleh para peserta: di mana pun berada, seorang muslim tetap menjaga ibadahnya dan berusaha melaksanakannya dengan ilmu.

Mereka belajar menjadi Penggalang yang mandiri dan tangguh, tetapi pada saat yang sama diarahkan untuk menjadi pribadi yang mencintai Allah, menjaga ibadah, dan memahami adab serta tuntunan dalam beragama.

Sebab pendidikan tidak selalu hadir dalam bentuk pelajaran yang tertulis di jadwal. Kadang, ia hadir dari sebuah kejadian sederhana, sebuah pertanyaan, atau bahkan sebuah kekeliruan kecil—lalu menjadi kesempatan bagi seorang guru untuk menanamkan ilmu.

Pramuka mengajarkan anak menjadi tangguh.
Ibadah mengajarkan mereka kepada siapa ketangguhan itu dipersembahkan.

Semoga pengalaman Persami ini menjadi kenangan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan bekal ilmu, adab, dan kecintaan kepada Allah dalam perjalanan tumbuh kembang para Penggalang SD Al Irsyad Surabaya.

SD AL IRSYAD SURABAYA

Komentar