🦸 PAHLAWAN TERBAIK SEPANJANG ZAMAN
Sore itu, Zuba duduk di ruang tengah sambil membuka sebuah buku. Di sampulnya ada gambar seorang pahlawan yang sedang berdiri tegap.
Zuba membalik halaman demi halaman.
Di dekat jendela, Lebah Ajaib terbang berputar-putar.
“Bzzzz...”
“Lebah Ajaib, menurutmu siapa pahlawan terbaik sepanjang zaman?”
Lebah Ajaib berhenti di udara.
“Bzz?”
Zuba menunjuk gambar di bukunya.
“Kalau pahlawan itu orang yang berani melawan musuh, berarti siapa yang paling hebat?”
Lebah Ajaib terbang mendekati buku. Kemudian hinggap tepat di samping gambar.
Zuba tersenyum.
“Tapi... apakah menjadi pahlawan hanya tentang keberanian?”
Pertanyaan itu membuat Zuba berpikir lebih dalam.
Keesokan harinya, Zuba berjalan bersama Lebah Ajaib menuju masjid.
Di tengah jalan, ia melihat seorang anak kecil kesulitan membawa beberapa buku.
Zuba segera menghampiri.
“Biar aku bantu.”
Anak itu tersenyum.
“Terima kasih, Kak Zuba.”
Baru beberapa langkah berjalan, Zuba melihat seorang ibu menjatuhkan beberapa barang belanjaan.
Ia kembali berhenti.
“Sebentar, Bu. Saya bantu.”
Lebah Ajaib pun terbang berputar di atas mereka.
“Bzzzz!”
Zuba tertawa. “Wah, kamu senang sekali melihat orang saling membantu.”
Sesampainya di masjid, Zuba bertemu beberapa teman.
Salah seorang dari mereka berkata, “Aku ingin menjadi pahlawan!”
“Kenapa?” tanya Zuba.
“Karena pahlawan itu terkenal. Semua orang akan mengaguminya.”
Zuba terdiam.
Ia teringat dua kejadian tadi. Anak kecil yang dibantunya. Ibu yang barangnya ia bantu kumpulkan.
Temannya mengangguk ragu.
Zuba tersenyum.
“Menurutku, pahlawan bukan hanya orang yang melakukan sesuatu yang besar.”
“Kadang-kadang, pahlawan adalah orang yang melakukan kebaikan meskipun tidak ada yang memuji.”
“Menolong teman, menjaga amanah, berkata jujur, menghormati orang tua, dan berani memilih yang benar ketika teman-teman memilih yang salah.”
Temannya bertanya, “Kalau begitu, siapa pahlawan terbaik?”
Zuba menatap langit melalui jendela masjid.
“Pahlawan terbaik sepanjang zaman adalah Rasulullah ﷺ.”
Zuba melanjutkan, “Beliau mengajarkan manusia untuk menyembah Allah, berbuat baik, jujur, penyayang, dan tetap sabar ketika menghadapi kesulitan.”
“Beliau bukan hanya mengajarkan kebaikan dengan kata-kata. Beliau menunjukkan kebaikan melalui kehidupannya.”
Pahlawan sejati mencari ridha Allah.
Zuba menutup bukunya.
Lebah Ajaib terbang mendekat.
“Bzzzz...”
Zuba tersenyum.
“Jadi, kita tidak perlu menunggu menjadi orang besar untuk melakukan sesuatu yang besar.”
“Kita bisa mulai dari sekarang.”
Mulai dari membantu. Mulai dari berkata jujur. Mulai dari meminta maaf. Mulai dari memaafkan. Mulai dari menjaga amanah.
Dan yang paling penting, melakukannya karena Allah.
Zuba memandang Lebah Ajaib.
“Besok kita cari kesempatan berbuat baik lagi, ya?”
“Bzzzz!”
Tidak semua pahlawan memakai jubah.
Ada pahlawan yang memakai kesabaran.
Ada yang memakai kejujuran.
Ada yang memakai keberanian untuk memilih kebaikan.
Dan setiap kebaikan yang dilakukan karena Allah adalah langkah menuju kemuliaan.
Yuk mulai petualangan Zuba dari cerita pertama.
🐝 MULAI DARI CERITA AJAIB ZUBA #1🐝 Cerita Ajaib Zuba
📖 Membaca • 🧠 Belajar • 🤲 Berbuat Baik • 🌱 Bertumbuh • 🏅 Mendapat Apresiasi
Komentar
Posting Komentar