Cerita Ajaib Zuba #2 - Merah Putih di Hatiku
🐝 CERITA AJAIB ZUBA #2

🇮🇩 MERAH PUTIH DI HATIKU

Petualangan Kebaikan = Bernilai Ibadah

Pagi itu, halaman rumah Zuba tampak berbeda.

Ada tali yang membentang dari satu tiang ke tiang lainnya. Beberapa bendera kecil berwarna merah dan putih bergoyang tertiup angin.

Zuba berdiri sambil membawa beberapa potongan pita.

Di dekatnya, Lebah Ajaib terbang berputar-putar.

“Bzzzz...”

“Pelan-pelan, Lebah Ajaib,” kata Zuba sambil tertawa. “Kalau kamu terlalu cepat, nanti pitanya malah ikut terbang.”

Lebah Ajaib berhenti sebentar di udara. Lalu hinggap di pagar.

Zuba melanjutkan pekerjaannya.

Hari itu warga kampung sedang mempersiapkan berbagai kegiatan untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Ada yang memasang bendera, membersihkan lingkungan, dan menyiapkan tempat untuk anak-anak.

Zuba senang sekali.

Tetapi ketika ia selesai memasang satu rangkaian hiasan, pandangannya tertuju pada bendera Merah Putih yang berkibar di depan rumah.

Ia terdiam.

“Lebah Ajaib...”

“Bzz?”

“Kenapa ya, setiap melihat Merah Putih, rasanya seperti ada sesuatu di hati?”

Lebah Ajaib mengepakkan sayapnya pelan.

Zuba menggaruk kepala.

“Apakah karena kita sedang merayakan kemerdekaan?”

Lebah Ajaib terbang mendekati bendera. Kemudian kembali kepada Zuba.

“Bzzzz...”

Zuba tersenyum.

“Mungkin bukan cuma karena benderanya.”

Ia mulai berpikir.

Beberapa saat kemudian, Zuba melihat seorang tetangga tua sedang membawa beberapa kardus.

Kardus itu terlihat cukup berat.

Zuba segera berlari menghampiri.

“Biar saya bantu, Pak!”

“Oh, terima kasih, Zuba.”

Zuba mengangkat salah satu kardus. Lebah Ajaib mengikuti dari belakang.

Setelah selesai, Zuba kembali ke halaman.

Namun baru beberapa langkah, ia melihat sesuatu di dekat selokan.

Beberapa bungkus makanan berserakan.

Zuba berhenti.

“Wah... ini harus dibersihkan.”

Ia mengambil kantong plastik dan mulai memungut sampah.

Lebah Ajaib pun ikut membantu dengan caranya sendiri.

Ia terbang ke sana kemari, seperti menunjukkan tempat-tempat yang masih kotor.

“Kalau kamu terus begini,” kata Zuba sambil tertawa, “kamu bisa jadi petugas kebersihan resmi!”

“Bzzzz!”

Zuba tertawa.

Menjelang siang, beberapa anak mulai berkumpul.

Salah seorang dari mereka berkata, “Nanti kalau lomba dimulai, kita bebas melakukan apa saja, kan?”

Anak-anak tertawa.

Zuba ikut tersenyum. Tetapi ia tiba-tiba teringat sesuatu yang pernah dikatakan Ayah.

“Bebas bukan berarti boleh melakukan apa saja.”

Zuba memandang Merah Putih yang berkibar.

Kemerdekaan membuat bangsa ini bisa berdiri sebagai bangsa yang merdeka. Tetapi bagi seorang Muslim, kebebasan tetap harus digunakan dengan tanggung jawab.

Zuba berkata, “Menurutku, bebas itu bukan berarti boleh mengganggu orang lain.”

“Bebas itu juga berarti kita punya kesempatan memilih melakukan yang benar.”

“Kita bebas bermain. Tapi jangan sampai permainan kita membuat orang lain celaka.”

“Kita bebas berbicara. Tapi jangan mengejek.”

“Kita bebas menggunakan HP. Tapi jangan menggunakannya untuk sesuatu yang buruk.”

Lebah Ajaib tiba-tiba terbang mendekati Zuba.

“Bzzzz!”

Zuba tertawa.

“Iya, iya. Termasuk bebas memposting sesuatu juga harus hati-hati.”

Salah seorang temannya bertanya, “Memangnya postingan bisa jadi kebaikan?”

Zuba mengangguk.

“Bisa.”

“Kalau kita membagikan sesuatu yang baik dan orang lain membacanya lalu melakukan kebaikan, insyaAllah itu bisa menjadi amal yang bernilai.”

Zuba kemudian menunjuk bendera.

“Jadi, menurutku, mencintai Indonesia bukan cuma memasang bendera.”

“Lalu apa?”

“Menjaga lingkungan. Membantu tetangga. Menghormati orang lain. Belajar sungguh-sungguh. Tidak menyakiti teman. Dan menggunakan kesempatan yang kita punya untuk melakukan kebaikan.”

Suasana menjadi hening sebentar.

Angin bertiup.

Merah Putih berkibar di atas mereka.

Sore harinya, Zuba duduk di teras. Lebah Ajaib hinggap di sampingnya.

Zuba memandang langit.

“Lebah Ajaib...”

“Bzz?”

“Aku baru mengerti.”

Zuba tersenyum.

“Merah Putih itu ada di luar.”

“Tapi rasa syukur seharusnya ada di sini.”

Ia meletakkan tangan di dadanya.

Lebah Ajaib mengepakkan sayapnya.

“Bzzzz!”

Zuba tertawa.

“Besok kita berbuat baik lagi, ya?”

Lebah Ajaib terbang mengelilinginya.

Dan sore itu, Zuba belajar satu hal penting:

Kemerdekaan adalah kesempatan.

Kesempatan untuk belajar.

Kesempatan untuk membantu.

Kesempatan untuk memilih kebaikan.

Dan setiap kesempatan untuk berbuat baik adalah nikmat dari Allah yang patut disyukuri.

Zuba kembali memandang Merah Putih.

Dalam hatinya ia berdoa,

“Ya Allah, jadikan aku anak yang bersyukur. Jadikan kemerdekaan ini kesempatan bagiku untuk semakin banyak berbuat baik.”

Lebah Ajaib terbang ke atas.

“Bzzzz...!”

Zuba tersenyum.

Petualangan kebaikan mereka belum selesai.

Karena ternyata...

ada satu hal kecil yang akan Zuba temukan dari sebuah pesan di HP-nya malam itu.

Dan pesan itu akan membawa Zuba menuju petualangan berikutnya.

📱🐝 BERSAMBUNG...

Ada sebuah pesan di HP Zuba.

Pesan yang membuat Zuba bertanya:

“Kalau sebuah tulisan kita baca orang lain, apakah kita juga bisa mendapatkan pahala?”

Petualangan kebaikan berikutnya akan segera dimulai.

🐝 Cerita Ajaib Zuba

📖 Membaca • 🧠 Belajar • 🤲 Berbuat Baik • 🌱 Bertumbuh • 🏅 Mendapat Apresiasi

Petualangan Kebaikan = Bernilai Ibadah

Komentar