﷽
Al Kalam #13 —
Mencintai Rasulullah ﷺ, Bukan Sekadar Mengingat Kelahirannya
Menjelang Maulid Nabi Muhammad ﷺ, mari menjadikan momentum ini bukan hanya untuk mengingat kelahiran beliau, tetapi untuk kembali menumbuhkan cinta kepada Rasulullah ﷺ di dalam keluarga.
Setiap kali nama Rasulullah Muhammad ﷺ disebut, hati seorang Muslim semestinya diingatkan kepada sosok yang Allah pilih untuk membawa risalah-Nya kepada seluruh umat manusia. Beliau adalah Rasul yang mengajarkan manusia mengenal Allah, beribadah kepada-Nya, dan menjalani kehidupan dengan petunjuk yang benar.
Menjelang Maulid Nabi Muhammad ﷺ, kita memiliki kesempatan untuk kembali bertanya kepada diri sendiri: Sudahkah kita mengenalkan Rasulullah ﷺ kepada anak-anak kita sehingga tumbuh rasa cinta kepada beliau?
Sebab mengenal Rasulullah ﷺ tidak cukup hanya dengan mengetahui nama, nasab, tempat kelahiran, atau perjalanan hidup beliau. Lebih dari itu, kita ingin anak-anak mengenal Rasulullah ﷺ sebagai manusia pilihan Allah yang sangat mencintai umatnya dan membawa petunjuk yang menyelamatkan.
Allah SWT berfirman:
﴿ قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ ﴾
"Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu..."
(QS. Ali 'Imran: 31)
Ayat ini mengajarkan bahwa cinta kepada Allah tidak berhenti pada ucapan. Cinta itu dibuktikan dengan mengikuti Rasulullah ﷺ.
Maka, ketika kita ingin menanamkan cinta kepada Rasulullah ﷺ di dalam hati anak, tujuan akhirnya bukan sekadar membuat mereka senang mendengar kisah beliau. Kita ingin cinta itu perlahan tumbuh menjadi keinginan untuk mengenal ajaran beliau, mencintai sunnahnya, dan mengikuti petunjuk yang beliau bawa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai aku lebih dia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dalam kehidupan seorang Muslim. Karena itu, pendidikan tentang Rasulullah ﷺ bukan sekadar tambahan dalam pembelajaran agama. Ia merupakan bagian dari ikhtiar menumbuhkan iman.
Di sinilah rumah memiliki peran yang sangat besar.
Anak tidak harus menunggu dewasa untuk mengenal Rasulullah ﷺ. Sejak kecil, mereka dapat diajak mendengar kisah perjuangan beliau, mengenal kasih sayang beliau kepada umat, membiasakan bershalawat, serta mendengar nama Rasulullah ﷺ disebut dengan penuh penghormatan dan kecintaan.
Ayah dan Bunda tidak harus menyampaikan kisah yang panjang. Terkadang sebuah cerita sederhana yang disampaikan dengan hangat justru lebih membekas di hati anak.
Misalnya, ketika selesai membaca satu kisah Rasulullah ﷺ, orang tua dapat bertanya:
"Apa yang paling kamu sukai dari kisah Rasulullah ﷺ hari ini?"
Pertanyaan sederhana seperti ini dapat membuka percakapan yang lebih dalam. Anak belajar bukan hanya mengingat cerita, tetapi mulai mengenali sosok yang ingin ia cintai.
Mengenalkan Rasulullah ﷺ Dimulai dari Rumah
Menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ tidak selalu membutuhkan kegiatan yang besar. Ia dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
- Membiasakan bershalawat ketika nama Rasulullah ﷺ disebut.
- Membacakan kisah sirah dengan bahasa yang sesuai usia anak.
- Mengenalkan sunnah Rasulullah ﷺ melalui kebiasaan sehari-hari.
- Menceritakan kasih sayang dan perjuangan beliau kepada umat.
- Mengajak anak bersyukur karena Allah mengutus Rasulullah ﷺ sebagai pembawa petunjuk.
Yang terpenting bukan seberapa banyak materi yang berhasil disampaikan, melainkan bagaimana suasana ketika mengenalkan Rasulullah ﷺ. Anak perlu merasakan bahwa berbicara tentang Rasulullah ﷺ adalah sesuatu yang indah, hangat, dan dekat dengan kehidupan keluarga.
Dari sinilah cinta dapat tumbuh.
Jangan Hanya Mengingat, tetapi Menumbuhkan Cinta
Momentum Maulid Nabi Muhammad ﷺ hendaknya menjadi pengingat bagi kita bahwa mengenang kelahiran Rasulullah ﷺ bukanlah tujuan akhir.
Yang lebih penting adalah bagaimana momentum tersebut membawa kita dan keluarga semakin mengenal beliau, semakin mencintai beliau, dan semakin terdorong untuk mengikuti petunjuk yang beliau ajarkan.
Karena cinta kepada Rasulullah ﷺ bukan sekadar rasa kagum. Cinta itu semestinya menggerakkan hati untuk mengikuti beliau.
Dan pendidikan cinta itu dapat dimulai dari tempat yang paling dekat dengan anak: rumah.
🏡 Tantangan Keluarga Pekan Ini
Satu Keluarga, Satu Kisah Rasulullah ﷺ
Luangkan beberapa menit dalam satu kesempatan keluarga untuk membaca atau menceritakan satu kisah tentang Rasulullah ﷺ.
Setelah itu, ajak anak berbincang dengan pertanyaan sederhana:
"Apa yang paling kamu sukai dari kisah Rasulullah ﷺ hari ini?"
Tidak perlu panjang. Tidak perlu menjadi pelajaran formal.
Cukup hadirkan kisah, percakapan, dan suasana hangat agar perlahan tumbuh rasa ingin mengenal dan mencintai Rasulullah ﷺ.
🌿 Penutup
Semoga Allah ﷻ menumbuhkan di dalam hati kita dan anak-anak kita kecintaan kepada Rasulullah ﷺ. Semoga kecintaan itu tidak berhenti pada lisan, tetapi menjadi jalan untuk mengenal sunnah beliau, mengikuti petunjuknya, dan semakin dekat kepada Allah ﷻ.
Mari mengenalkan Rasulullah ﷺ kepada anak-anak kita, bukan sekadar agar mereka tahu siapa beliau, tetapi agar hati mereka tumbuh mencintai beliau.
📚 Bacaan Keluarga Pekan Ini
Setelah membaca Al Kalam ini, luangkan waktu bersama Ananda untuk menceritakan satu kisah Rasulullah ﷺ. Jadikan rumah sebagai tempat pertama tumbuhnya cinta kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Mohammad Muhajir
Guru Agama SD Al-Irsyad Surabaya
📚 Rekomendasi Al Kalam
Untuk Ayah dan Bunda yang ingin melanjutkan bacaan parenting tauhid, silakan menyimak:

Komentar
Posting Komentar