Al Kalam #11 : Belajar karena Allah, Bukan Sekadar Mengejar Nilai

 

πŸŒ™ Al Kalam #11



πŸŽ’ Belajar karena Allah, Bukan Sekadar Mengejar Nilai

Meluruskan Niat di Awal Tahun Ajaran Baru

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan."

(QS. Al-'Alaq: 1)

Nilai yang Membuat Hati Gelisah

Tahun ajaran baru telah dimulai.

Seragam kembali dikenakan. Buku-buku tersusun rapi di dalam tas. Suara bel sekolah kembali terdengar setelah liburan usai.

Di sebuah rumah, seorang anak pulang dengan wajah ceria.

"Alhamdulillah, hari ini aku mendapat nilai seratus," katanya sambil menunjukkan hasil tugas kepada Ayahnya.

Sang Ayah tersenyum bangga. Ia memeluk putranya dan memberikan apresiasi atas usahanya.

Beberapa hari kemudian, anak itu pulang dengan wajah berbeda.

Ia menyimpan lembar ulangan di dalam tas dan tidak segera menunjukkannya.

"Bagaimana hasilnya hari ini?" tanya Ayah.

Anak itu menunduk pelan.

"Nilainya belum bagus, Yah..."

Sering kali, tanpa kita sadari, perhatian yang lebih besar terhadap angka membuat anak berpikir bahwa nilai adalah tujuan utama belajar.

Padahal, seorang Muslim belajar bukan semata-mata untuk memperoleh angka yang tinggi, melainkan untuk mencari ilmu yang mendekatkannya kepada Allah dan memberikan manfaat bagi kehidupan.

Nilai yang baik patut disyukuri. Prestasi juga layak diapresiasi. Namun, semuanya bukanlah tujuan akhir.

Yang lebih penting adalah tumbuhnya kecintaan kepada ilmu, kejujuran dalam belajar, kesungguhan dalam berusaha, dan niat yang ikhlas karena Allah.

Wahyu Pertama Mengajarkan Tujuan Belajar

Ketika Allah pertama kali menurunkan wahyu kepada Rasulullah ο·Ί, perintah yang diberikan bukanlah tentang harta, kekuasaan, ataupun kedudukan.

Allah berfirman,

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan."

(QS. Al-'Alaq: 1)

Perintah pertama adalah membaca.

Namun, Allah tidak hanya memerintahkan membaca.

Allah mengajarkan agar membaca dilakukan dengan menyebut nama Rabb, yaitu dengan mengingat Allah, mengharap ridha-Nya, dan menyadari bahwa ilmu adalah amanah dari-Nya.

Inilah yang membedakan seorang Muslim.

Belajar bukan sekadar mengisi kepala dengan pengetahuan, tetapi juga mengisi hati dengan keimanan.

Semakin bertambah ilmu, seharusnya semakin bertambah rasa syukur, semakin rendah hati, dan semakin dekat kepada Allah.

Sekolah Adalah Jalan, Bukan Tujuan

Sekolah adalah tempat yang mulia.

Di sana anak-anak belajar membaca, menulis, berhitung, berdiskusi, bekerja sama, serta mengembangkan berbagai kemampuan yang Allah anugerahkan.

Namun, sekolah bukanlah tujuan akhir.

Sekolah adalah jalan untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat.

Tujuan akhirnya adalah menjadi hamba Allah yang beriman, berilmu, dan mampu memberikan manfaat kepada sesama.

Karena itu, jangan sampai anak merasa dirinya berharga hanya ketika memperoleh nilai yang tinggi.

Ajarkan bahwa keberhasilan juga terlihat dari kejujuran saat mengerjakan tugas, kesungguhan ketika belajar, adab kepada guru, kepedulian kepada teman, dan semangat untuk terus memperbaiki diri.

Semua itu adalah bagian dari pendidikan yang sesungguhnya.

Peran Ayah dan Bunda

Awal tahun ajaran baru adalah kesempatan terbaik bagi Ayah dan Bunda untuk meluruskan kembali tujuan belajar anak.

Sebelum mengingatkan tentang nilai, ingatkanlah tentang niat.

Sebelum bertanya berapa angka yang diperoleh, tanyakanlah apa ilmu baru yang dipelajari hari ini.

Sebelum membandingkan anak dengan teman-temannya, berikan apresiasi atas usaha dan kejujurannya.

Anak yang belajar karena Allah akan memahami bahwa setiap pelajaran adalah kesempatan untuk mengenal kebesaran-Nya.

Matematika mengajarkan keteraturan.

Ilmu pengetahuan mengajak mengenal ciptaan Allah.

Bahasa membantu menyampaikan kebaikan.

Sejarah mengingatkan perjalanan umat manusia.

Semua ilmu yang bermanfaat dapat menjadi jalan menuju ketakwaan apabila dipelajari dengan niat yang benar.

Begitulah indahnya Islam memandang ilmu.

Belajar bukan beban.

Belajar adalah ibadah.

Dan setiap langkah menuju majelis ilmu, setiap halaman yang dibaca, serta setiap ilmu yang diamalkan dengan ikhlas akan menjadi bekal yang bernilai di sisi Allah.


🌱 Aksi Pekan Ini

Mari awali tahun ajaran baru dengan meluruskan niat bersama keluarga.

Sebelum Ananda berangkat ke sekolah, luangkan waktu sejenak untuk mendoakannya. Ingatkan bahwa setiap pelajaran yang dipelajari hari ini adalah bagian dari ikhtiar mencari ilmu yang bermanfaat dan mengharap ridha Allah.

Saat Ananda pulang, jangan hanya bertanya, "Dapat nilai berapa?"

Cobalah sesekali bertanya,

"Apa ilmu baru yang kamu pelajari hari ini?"

"Pelajaran apa yang paling membuatmu semakin kagum kepada ciptaan Allah?"

Pertanyaan sederhana seperti ini akan membantu anak memahami bahwa belajar bukan sekadar mengejar angka, tetapi juga membentuk iman, akhlak, dan rasa syukur kepada Allah.


🀲 Doa

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui.

Karuniakanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, hati yang ikhlas, dan semangat untuk terus belajar karena mengharap ridha-Mu.

Bimbinglah anak-anak kami agar mencintai ilmu, menghormati guru, berakhlak mulia kepada teman-temannya, serta menjadikan setiap langkah menuju sekolah sebagai bagian dari ibadah kepada-Mu.

Jauhkan mereka dari sifat malas, sombong, dan putus asa.

Jadikan ilmu yang mereka pelajari sebagai cahaya yang menerangi kehidupan di dunia dan menjadi pemberat amal kebaikan di akhirat.

Δ€mΔ«n yā Rabbal 'ālamΔ«n.


Abu SaRach 


Komentar