Nilai Bagus, Hadiah Uang, dan Pelajaran tentang Apresiasi
Parenting Kelas I-II
Sabtu, 10 Oktober 2026 lalu SD Al-Irsyad Surabaya menggelar kegiatan parenting bagi orang tua siswa kelas I dan II dengan tema “Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Membentuk Anak yang Mandiri dan Berakhlakul Karimah.” Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antara orang tua dan sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang anak, baik dari sisi kemandirian maupun pembentukan akhlak.
Acara diawali dengan sambutan Kepala SD Al-Irsyad Surabaya, Suda’i, S.Pd. Selanjutnya, sambutan Direktur Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya disampaikan oleh perwakilannya, Faris Kuddah, S.Pd. Keduanya mengawali kegiatan yang mengangkat pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam proses pendidikan anak.
Materi parenting disampaikan oleh Bekti Prastyani, S.Pd. Kegiatan dipandu oleh Dewi Kuswiyanti, S.Psi., guru Bimbingan dan Konseling (BK) SD Al-Irsyad Surabaya, yang merangkap sebagai moderator. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan sejumlah pertanyaan dari orang tua terkait pola pengasuhan dan pendampingan anak di rumah.
Salah satu pertanyaan menarik datang dari ibu Mifzal, siswa kelas II-C, yang menanyakan pemberian uang sebagai hadiah ketika anak memperoleh nilai 100. Pertanyaan ini membuka diskusi tentang cara memberikan apresiasi kepada anak tanpa membuatnya selalu mengharapkan imbalan atas prestasi yang diraih.
Bekti menjelaskan bahwa hadiah yang selalu dikaitkan dengan hasil belajar dapat membentuk kebiasaan anak untuk mengharapkan imbalan. Sebagai alternatif, orang tua dapat memberikan apresiasi melalui perhatian, komunikasi hangat, dan penghargaan terhadap usaha anak. Ungkapan sederhana seperti, “Alhamdulillah, kamu sudah berusaha dengan baik,” dapat membantu anak menghargai proses belajar sekaligus menumbuhkan rasa syukur.
Melalui kegiatan parenting ini, orang tua diajak memahami bahwa pendidikan anak membutuhkan keterlibatan dan keteladanan yang konsisten, baik di rumah maupun di sekolah. Sinergi yang baik diharapkan dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan berakhlakul karimah.

Komentar
Posting Komentar