Ketika STEAM
Hadir dalam Pengalaman Belajar
S abtu, 5 September 2026, menjadi hari yang istimewa bagi SD Al Irsyad Surabaya. Sekolah mendapat kunjungan dari dua orang perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melihat secara langsung penerapan pembelajaran STEAM yang dikembangkan di sekolah.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memperlihatkan bagaimana pembelajaran STEAM dikemas sesuai dengan jenjang usia siswa. Bukan sekadar menyampaikan konsep, Ananda diajak belajar melalui pengalaman, mencoba, mengamati, mengeksplorasi, berpikir kritis, dan menghasilkan sesuatu yang dekat dengan kehidupan mereka.
Pada kelas besar, para siswa mengikuti kegiatan bertema “Kapten Surya” atau Kipas Angin Pintar Tenaga Surya. Melalui proyek ini, Ananda diajak mengenal pemanfaatan energi matahari sekaligus mengeksplorasi bagaimana energi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan gerak pada kipas.
Proses tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan memecahkan masalah. Konsep yang dipelajari tidak berhenti pada teori, tetapi dihubungkan dengan sebuah produk yang dapat mereka lihat dan pahami secara lebih nyata.
Di sinilah STEAM terasa dekat dengan dunia anak. Mereka diberi ruang untuk bertanya, mengamati, mencoba, berdiskusi, dan mencari tahu bagaimana sebuah ide dapat diwujudkan menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Sementara itu, kelas kecil mendapatkan pengalaman STEAM melalui kegiatan membuat es krim dari jus buah. Aktivitas yang sederhana ini justru menghadirkan pengalaman belajar yang kaya bagi anak.
Ananda belajar melalui proses mencoba, mengamati perubahan, bereksperimen, mengikuti tahapan kegiatan, hingga menghasilkan karya yang dapat mereka nikmati sendiri. Rasa penasaran anak menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Bagi anak-anak, membuat es krim mungkin terasa seperti bermain. Namun di balik aktivitas tersebut terdapat proses pembelajaran yang mendorong mereka untuk mengamati, berpikir, mencoba, dan menemukan.
STEAM hadir melalui pengalaman nyata.
Dua kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran STEAM dapat diterapkan secara fleksibel sesuai dengan usia dan tahap perkembangan siswa. Pada kelas besar, siswa bereksplorasi melalui proyek Kipas Angin Pintar Tenaga Surya, sedangkan kelas kecil belajar melalui eksperimen membuat es krim dari jus buah.
Keduanya memiliki satu kesamaan: anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan melakukan.
Penerapan STEAM di SD Al Irsyad Surabaya juga tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan. Di dalamnya terdapat upaya menumbuhkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah.
Menurut Nurul Endah Agustini, S.Pd., Waka Kesiswaan SD Al Irsyad Surabaya, kunjungan Kemendikdasmen menjadi kesempatan berharga bagi sekolah untuk menunjukkan praktik pembelajaran STEAM yang dikemas secara kreatif, kontekstual, menyenangkan, dan disesuaikan dengan jenjang usia siswa.
Bagi SD Al Irsyad Surabaya, kunjungan ini sekaligus menjadi momentum untuk terus melakukan refleksi dan pengembangan dalam menghadirkan pengalaman belajar yang semakin bermakna bagi Ananda.
Sekolah berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mendorong kemampuan akademik, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan untuk menghadapi tantangan masa depan. Pembelajaran STEAM menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadirkan pendidikan yang kreatif, kontekstual, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan yang menjadi karakter sekolah.
berkarya dengan kreativitas,
dan tumbuh menjadi generasi inovatif.
Kunjungan dua perwakilan Kemendikdasmen tersebut menjadi bagian dari perjalanan SD Al Irsyad Surabaya dalam mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai pendidikan yang menjadi karakter sekolah.
Sebab ketika anak diberi ruang untuk bereksplorasi, mencoba, berpikir, dan berkarya, proses belajar tidak berhenti pada apa yang mereka ketahui, tetapi berkembang menjadi apa yang mampu mereka lakukan.

Komentar
Posting Komentar