MUNAQOSYAH TAHFIDZ · SD AL IRSYAD SURABAYA

Menjaga Hafalan,
Menguatkan Cinta kepada Al-Qur'an

Munaqosyah Tahfidz SD Al Irsyad Surabaya bersama Kemenag Kota Surabaya
Munaqosyah Tahfidz SD Al Irsyad Surabaya bersama Kemenag Kota Surabaya
Munaqosyah Tahfidz SD Al Irsyad Surabaya bersama Kemenag Kota Surabaya.

K amis, 10 September 2026, menjadi hari yang istimewa bagi SD Al Irsyad Surabaya. Sekolah menyelenggarakan Munaqosyah Tahfidz bersama Kementerian Agama Kota Surabaya sebagai bagian dari ikhtiar menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur'an sekaligus memberikan pengalaman kepada siswa untuk menunjukkan hafalan yang telah mereka pelajari.

Pelaksanaan Munaqosyah Tahfidz berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan. Para siswa mengikuti proses dengan mempersiapkan hafalan mereka, sementara guru dan pembina memberikan dukungan agar setiap peserta dapat menjalani Munaqosyah dengan percaya diri.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, SD Al Irsyad Surabaya juga mendapat kunjungan dari dua orang perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kehadiran mereka menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung praktik pendidikan yang dikembangkan di lingkungan SD Al Irsyad Surabaya.

34 PESERTA MUNAQOSYAH
“Menjaga hafalan bukan sekadar mengingat ayat, tetapi menumbuhkan kedekatan dengan Al-Qur'an.”

Dalam pelaksanaan Munaqosyah ini, SD Al Irsyad Surabaya menjadi sekolah kedua di Kota Surabaya untuk jenjang SD yang mengikuti Munaqosyah oleh Kementerian Agama Kota Surabaya, setelah SD Al Mujahidin dengan 104 peserta.

Sebanyak 34 siswa SD Al Irsyad Surabaya mengikuti Munaqosyah. Mereka mengikuti proses yang tidak hanya menjadi evaluasi atas hafalan yang telah dipelajari, tetapi juga menjadi pengalaman untuk semakin dekat dengan Al-Qur'an.

PESAN PENGAWAS PAI

Menurut Didik Purwanto, M.Pd.I., Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), Munaqosyah menjadi salah satu bentuk pengalaman belajar yang memberikan ruang bagi siswa untuk semakin dekat dengan Al-Qur'an.

Dalam sambutannya, Didik Purwanto juga menekankan pentingnya membangun kegemaran membaca Al-Qur'an, terlebih menghafalnya. Kedekatan dengan Al-Qur'an diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan di sekolah, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan peserta didik.

Pesan tersebut menjadi penting karena pendidikan Al-Qur'an tidak hanya berbicara tentang kemampuan membaca dan menghafal. Hafalan yang dimiliki anak diharapkan menjadi pintu untuk semakin mencintai Al-Qur'an dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan.

HARAPAN UNTUK GENERASI
“Rabbani, Qur'ani, hebat, cerdas, dan berakhlak mulia.”

Senada dengan semangat tersebut, Khoirul Roziqin, M.Pd.I., Kasi PAIS Kota Surabaya, menyampaikan harapan agar pendidikan Al-Qur'an dapat melahirkan generasi yang Rabbani, Qur'ani, hebat, cerdas, dan berakhlak mulia.

Harapan tersebut sejalan dengan visi pendidikan yang terus dibangun di SD Al Irsyad Surabaya, sebagaimana semangat yang disampaikan oleh Kepala SD Al Irsyad Surabaya, Suda'i, S.Pd., dan Wakil Direktur Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya, Faris Kuddah, S.Pd.

Dekat dengan Al-Qur'an.
Mencintai Al-Qur'an.
Menghafal Al-Qur'an.

Munaqosyah bukan hanya tentang menguji seberapa banyak ayat yang mampu dihafalkan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pendidikan agar siswa semakin dekat dengan Al-Qur'an, mencintai Al-Qur'an, dan menjaga hafalan Al-Qur'an.

Al-Qur'an juga tidak diharapkan berhenti pada bacaan dan hafalan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu terus diupayakan untuk terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari sebagai bukti cinta kepada Allah dan Rasulullah ﷺ.

Keteladanan Rasulullah ﷺ yang dikenal memiliki akhlak yang mencerminkan Al-Qur'an menjadi pengingat bahwa kedekatan dengan Al-Qur'an semestinya membawa perubahan pada akhlak dan perilaku.

LEBIH DARI SEKADAR HAFALAN

Anak yang dekat dengan Al-Qur'an diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mampu menjaga ucapan, menghargai sesama, berbuat baik, dan membawa nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks kehidupan sekolah, kedekatan dengan Al-Qur'an juga menjadi bagian dari ikhtiar membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan penuh kasih. SD Al Irsyad Surabaya diharapkan terus disinari nur Al-Qur'an sehingga tumbuh budaya saling menghargai dan tidak memberi ruang bagi bullying.

CATATAN MUNAQISY

Mas Tamhid Assiddiqi, S.Ag. selaku munaqisy menyampaikan evaluasi bahwa secara garis besar hafalan para siswa sudah bagus. Ke depan, pelaksanaan Munaqosyah diharapkan dapat semakin seimbang dari sisi keterwakilan siswa laki-laki dan perempuan.

Selain itu, terdapat catatan pada aspek makharijul huruf, khususnya pengucapan huruf kaf pada beberapa siswa yang masih perlu diperbaiki dari sisi hams-nya.

Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Munaqosyah tidak hanya memberikan apresiasi terhadap capaian siswa, tetapi juga menjadi sarana untuk mengetahui bagian-bagian yang masih dapat diperbaiki sehingga kualitas bacaan dan hafalan Al-Qur'an dapat terus berkembang.

Dengan demikian, Munaqosyah menjadi sebuah perjalanan belajar: ada hafalan yang dijaga, bacaan yang terus disempurnakan, dan yang tidak kalah penting adalah nilai-nilai Al-Qur'an yang diharapkan tumbuh dalam kehidupan.

Bukan hanya hafal ayatnya,
tetapi juga berusaha
menghidupkan nilainya.

Kehadiran Kementerian Agama Kota Surabaya dan kunjungan dua perwakilan Kemendikdasmen menjadi momentum berharga bagi SD Al Irsyad Surabaya untuk terus menguatkan pendidikan yang memadukan kecerdasan, karakter, dan nilai-nilai keislaman.

Melalui Munaqosyah Tahfidz, SD Al Irsyad Surabaya terus berikhtiar menghadirkan pengalaman pendidikan yang menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak usia sekolah dasar.

Sebab pendidikan Al-Qur'an bukan hanya tentang menghasilkan anak yang hafal ayat-ayat Allah, tetapi juga menumbuhkan generasi yang menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai cahaya dalam menjalani kehidupan.

SD AL IRSYAD SURABAYA

Komentar