- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tak Memilih Teman Sendiri, Penggalang Belajar Kompak dalam Satu Regu
Ada satu hal menarik dalam kegiatan Persami Penggalang Putra dan Persari Penggalang Putri SD Al Irsyad Surabaya. Anak-anak tidak diberi kesempatan untuk memilih sendiri dengan siapa mereka ingin satu regu.
Penggalang kelas 5 dan 6 ditempatkan dalam regu yang telah ditentukan. Mereka dipertemukan dengan teman-teman yang mungkin tidak selalu menjadi teman bermain sehari-hari. Bukan untuk menyulitkan, tetapi justru memberi kesempatan kepada anak-anak untuk belajar keluar dari zona nyaman.
Di sinilah proses belajar itu berlangsung. Mereka belajar mengenal karakter teman, membagi tugas, mendengarkan pendapat, saling membantu, dan menemukan cara agar sebuah regu dapat berjalan sebagai satu kesatuan.
Sebab dalam sebuah regu, yang dibutuhkan bukan hanya siapa teman yang paling dekat, tetapi bagaimana setiap anggota mampu mengambil peran dan menjalankan amanah bersama.
Pengalaman serupa juga dirasakan para Penggalang Putri. Dalam regu yang telah ditentukan, mereka belajar berkolaborasi dengan teman yang berbeda, menyatukan ide, berbagi tugas, dan saling menguatkan agar dapat menyelesaikan tantangan bersama.
Hasilnya bukan sekadar regu yang mampu menyelesaikan permainan atau tantangan. Ada proses yang lebih penting di baliknya: anak-anak belajar bahwa keberhasilan bersama membutuhkan kontribusi setiap orang.
Dari pengalaman sederhana tersebut, mereka perlahan memahami bahwa kekompakan tidak selalu lahir karena memilih teman yang paling cocok. Kekompakan justru dapat tumbuh ketika setiap anggota mau saling mengenal, menghargai, membantu, dan belajar menyesuaikan diri.
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kerja sama bukan sekadar cara agar sebuah tugas cepat selesai. Dalam Islam, saling membantu dalam kebaikan adalah bagian dari nilai yang perlu dibiasakan dalam kehidupan.
Ketika seorang anak membantu temannya, ketika mereka berbagi tugas, memberi semangat kepada anggota regu, atau menyelesaikan amanah bersama, sesungguhnya mereka sedang belajar mempraktikkan nilai ta’awun dalam bentuk yang sederhana dan nyata.
Maka, pengalaman berada dalam regu yang tidak dipilih sendiri bukanlah sekadar bagian dari permainan kepramukaan. Ada pembelajaran karakter di dalamnya: bahwa kita tidak selalu bisa memilih siapa yang akan berjalan bersama kita, tetapi kita dapat memilih bagaimana kita bersikap kepada mereka.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar