BERITA SEKOLAH · SD AL IRSYAD SURABAYA

Persiapan OSN
Matematika dan IPA

Pembekalan dan Pemantapan Peserta OSN SD Al Irsyad Surabaya

M enjelang pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika dan IPA pada bulan Oktober, SD Al Irsyad Surabaya terus mempersiapkan peserta didik yang telah dipilih untuk mengikuti kompetisi tersebut. Persiapan dilakukan melalui pembekalan dan pemantapan materi secara bertahap dan terarah.

Kegiatan pemantapan menjadi bagian penting dalam proses persiapan. Para siswa mendapatkan penguatan materi sekaligus kesempatan untuk mengasah kemampuan melalui latihan soal dan pembahasan soal-soal dengan karakteristik olimpiade.

Pembinaan dilaksanakan secara bertahap dan terjadwal, dengan memanfaatkan waktu di sela-sela pembina tidak memiliki jadwal mengajar di kelas lain. Dengan pola tersebut, proses pembinaan dapat tetap berjalan tanpa mengganggu kegiatan pembelajaran siswa di kelas.

PEMBEKALAN DAN PEMANTAPAN
“Berlatih lebih terarah, berpikir lebih kritis, dan semakin siap menghadapi tantangan.”

Dalam setiap sesi, pembina memberikan penguatan konsep, latihan soal, pembahasan soal-soal tipe olimpiade, serta strategi menyelesaikan soal secara cepat, tepat, dan logis.

Latihan tidak hanya diarahkan agar siswa mampu memperoleh jawaban yang benar. Mereka juga dilatih memahami persoalan, menemukan pola, menggunakan penalaran, serta menentukan strategi yang paling tepat dalam menyelesaikan sebuah soal.

TIM PEMBINA OSN

Persiapan peserta OSN berada dalam tanggung jawab Nurul Endah Agustini, S.Pd., selaku Waka Kesiswaan SD Al Irsyad Surabaya sekaligus penanggung jawab lomba OSN. Dalam pelaksanaannya, pembinaan siswa didampingi oleh dua guru pembina bidang IPA dan dua guru pembina bidang Matematika.

Pembagian pendampingan tersebut memungkinkan peserta mendapatkan penguatan sesuai dengan bidang yang akan diikuti. Pembina bidang IPA memberikan pendalaman materi dan latihan yang berkaitan dengan konsep-konsep sains, sementara pembina bidang Matematika mengarahkan siswa untuk memperkuat kemampuan penalaran, logika, ketelitian, dan strategi penyelesaian masalah.

Menurut Nurul Endah Agustini, S.Pd., proses persiapan OSN dilakukan secara bertahap agar siswa memiliki waktu yang cukup untuk memperkuat pemahaman dan membiasakan diri menghadapi soal-soal dengan tingkat kesulitan yang lebih menantang.

Pendampingan yang dilakukan oleh para guru juga menjadi bagian dari upaya sekolah untuk mengenali perkembangan setiap peserta. Dengan pendampingan yang lebih terarah, kebutuhan belajar siswa dapat diperhatikan selama proses pembinaan berlangsung.

Bagi peserta OSN, proses tersebut menjadi pengalaman untuk membangun kebiasaan berpikir yang lebih sistematis dan teliti. Setiap soal menjadi kesempatan untuk menguji pemahaman sekaligus melatih keberanian menghadapi tantangan baru.

BUKAN HANYA TENTANG HASIL

Persiapan OSN tidak semata-mata diarahkan pada pencapaian hasil akhir. Proses pembinaan juga menjadi ruang untuk menumbuhkan pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, ketelitian, kepercayaan diri, dan kesiapan mental siswa.

Dalam menghadapi kompetisi, kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan kesiapan mental. Siswa perlu terbiasa menghadapi soal yang menantang, mengelola waktu, tetap teliti, dan tidak mudah menyerah ketika menemukan persoalan yang belum mereka pahami.

Karena itu, pembinaan dilakukan secara berkelanjutan agar peserta memiliki kesempatan untuk terus memperbaiki kemampuan dari waktu ke waktu.

Setiap soal adalah tantangan.
Setiap latihan adalah proses belajar.
Setiap proses membawa siswa semakin siap.

Sekolah juga melakukan pemantauan perkembangan peserta secara berkala. Hasil pemantauan tersebut menjadi bahan untuk menyesuaikan pembinaan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa.

Dengan demikian, proses persiapan tidak diberikan dengan pendekatan yang sama kepada semua siswa. Pembina dapat memberikan penguatan sesuai dengan bagian yang masih perlu dikembangkan, baik dari sisi pemahaman konsep, ketelitian, strategi penyelesaian soal, maupun kepercayaan diri.

MENUJU OSN OKTOBER

Dengan persiapan yang terarah dan berkelanjutan, peserta OSN Matematika dan IPA diharapkan semakin siap menghadapi kompetisi pada bulan Oktober.

Bagi SD Al Irsyad Surabaya, keikutsertaan dalam OSN bukan hanya tentang membawa pulang prestasi. Proses menuju kompetisi juga menjadi bagian dari pendidikan untuk membentuk siswa yang gemar belajar, berani menghadapi tantangan, mampu berpikir logis, teliti dalam mengambil keputusan, dan percaya pada kemampuan dirinya.

Semoga seluruh proses pembinaan yang telah dilakukan bersama para pembina menjadi bekal terbaik bagi Ananda untuk memberikan kemampuan terbaiknya dalam OSN Matematika dan IPA sekaligus membawa nama baik SD Al Irsyad Surabaya.

Belajar dengan tekun,
berlatih dengan sungguh-sungguh,
dan berani memberikan yang terbaik.
SD AL IRSYAD SURABAYA

Komentar