Guru Al-Qur’an Ustadzah Naimah Wafat di Akhir Ramadhan, Masyarakat Halmahera Selatan Berduka

Bpk Anwar adik kandung almarhumah ustadzah Na'imah

Sekolah Anak Ajaib.News – Kabar duka datang dari Desa Indong, Kecamatan Mandioli Utara, Halmahera Selatan. Seorang guru Al-Qur’an yang dikenal sabar dan penuh dedikasi, Ustadzah Naimah binti Haji Sabur, wafat pada Jumat, 29 Ramadhan 1447 H atau bertepatan dengan 20 Maret 2026.

Kepergian beliau di 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan menjadi duka mendalam bagi masyarakat setempat. Sebagaimana diketahui, hari-hari tersebut merupakan waktu yang sangat mulia, termasuk malam-malam yang diyakini sebagai waktu turunnya Al-Qur’an (Lailatul Qadar).

Almarhumah dikenal sebagai pengasuh Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang membina sekitar 60 santri. Dengan kesabaran dan ketekunan, beliau mendidik anak-anak untuk mencintai Al-Qur’an sejak dini. Banyak santri dan orang tua merasakan langsung sentuhan kasih sayang dan keikhlasan beliau dalam mengajar.

Menurut keterangan warga, Ustadzah Naimah bukan hanya seorang pengajar, tetapi juga sosok panutan di tengah masyarakat. Beliau selalu hadir dalam kegiatan keagamaan dan menjadi rujukan dalam pembinaan generasi muda, khususnya dalam pendidikan Al-Qur’an.

Jenazah almarhumah dimakamkan pada hari yang sama sekitar pukul 12.00 WIT di pemakaman desa setempat. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri oleh keluarga, santri, serta masyarakat yang merasa kehilangan atas kepergian beliau.

H. Husein sampaikan pesan keluarga jelang pemberangkatan ke peristirahatan terakhir 

Tokoh masyarakat, H. Husein, dalam sambutannya mewakili keluarga menyampaikan bahwa wafatnya Ustadzah Naimah di akhir Ramadhan merupakan tanda kemuliaan. Ia juga mengajak masyarakat untuk melanjutkan perjuangan almarhumah dalam mendidik generasi Qur’ani.

“Beliau wafat di hari-hari mulia, di saat umat Islam menanti malam Lailatul Qadar. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah beliau dan menempatkannya di tempat terbaik,” ungkapnya.

Kepergian Ustadzah Naimah menjadi pengingat akan pentingnya peran guru Al-Qur’an dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berilmu. Dedikasi beliau diharapkan menjadi inspirasi bagi para pendidik lainnya untuk terus menebar kebaikan.

Masyarakat Desa Indong kini hanya bisa mengenang jasa-jasa beliau, sembari mendoakan agar segala amal ibadahnya diterima Allah Ta’ala dan perjuangannya menjadi amal jariyah yang terus mengalir.



Abu SaRach 






Komentar